Informasi Harga Padi Jagung Cengkeh dan Mesin Pertanian Indonesia

Harga Benih Padi Gajah Mada 33 No 1

  • 4 min read
  • Sep 25, 2020

Harga Benih Padi Gajah Mada 33 No 1 – Padi di Indonesia sesungguhnya kondang dengan kualitasnya di mata dunia, tidak heran jikalau sepanjang ini pemerintah Indonesia tetap melakukan ekspor ke lebih dari satu negara maju contohnya China dan Amerika. Jenis padi yang ada di Indonesia mempunyai varietas unggul yang terlalu mungkin hasil panen benar-benar cocok bersama dengan harapan para petani. Jika bicara perihal Harga Benih Padi Gajah Mada 33 No 1, secara lazimnya harga padi di bagi jadi lebih dari satu kategori sesuai bersama varietas padi yang ditanam oleh para petani. Kualitas padi paling baik biasanya diberi harga 1 kilogram / IDR 15.000 atau kurang lebih 1 dollar lebih.

Harga Benih Padi Gajah Mada 33 No 1

Video Untuk Harga Benih Padi Gajah Mada 33 No 1

Harga Padi Gajah Mada 33 Dari Petani Indonesia

Bagi anda yang idamkan tahu harga padi dari masing-masing varietas petani Indonesia, silakan lihat informasinya di bawah ini.

Harga Padi Varietas Jaliteng & Gajah Mada 33

Padi Jaliteng & Gajah Mada 33 ini lebih dikenal masyarakat luas sebagai padi bersama dengan biji hitam yang punya kualitas terbaik. Harga rata-rata untuk tipe padi Jaliteng & Gajah Mada 33 ini terbilang cukup mahal sebab banyaknya permohonan berasal dari penduduk lokal dan luar negeri. Nutrisi yang terdapat berasal dari padi jaliteng ini lebih tinggi dibandingkan tipe padi lain yang ada di Indonesia, kadar utama dari padi ini merupakan antioksidan dan anti inflamasi. Jaliteng & Gajah Mada 33 sendiri pertama dirilis oleh pemerintah belum lama ini, tepatnya di th. 2019 lalu. Padi ini punya nomer seleksi B13486D-4-1-PN-2-MR-3-3-3 yang merupakan tipe padi hasil silang berasal dari ketan hitam dengan pandan wangi cianjur. Harga 1 kilogram padi hitam dijual kurang lebih IDR 15.000 – IDR 18.000 bergantung mutu hasil panennya.

Harga Padi Pamera & Gajah Mada 33 Dari Petani

Selanjutnya tipe padi paling paling terkenal dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia ialah type padi Pamera & Gajah Mada 33 yaitu varietas padi warna merah yang miliki mutu terbaik. umumnya type padi ini dijadikan sebagai makanan untuk orang-orang yang menghindari kadar gula berlebih atau untuk program diet sehat. Pemerintah sukses menciptakan varietas beras merah aromatik bersama nomor seleksi B1384OE-MR-39-2-3-1 yang merupakan hasil persilangan berasal dari padi Pusa Basmati 4/HB118 (PN III)// Pusa Basmati 4/ Pandan Wangi Cianjur///Bahbutong. Sedangkan untuk hasil panen sendiri, biasanya type padi ini dapat membuahkan setidaknya 6.43 ton/ha – 11,33 ton/ha. Harga padi tipe ini bisa meraih IDR 15.000 – IDR 17.000 / kg. Banyak orang yang menyukai jenis padi Pamera & Gajah Mada 33 sebab punyai rasa yang gurih dan sedikit mempunyai kandungan rasa manis.

Perbedaan Harga Padi Pamelan & Gajah Mada 33 Dari Petani

Selain Varietas Pemera, tersedia varietas lain yang cukup kondang di kalangan masyarakat Indonesia. Jenis padi ini termasuk banyak disukai oleh masyarakat Indonesia dan luar negeri sebab rasanya yang enak, lembut dan gurih. Padi Pamelan & Gajah Mada 33 yaitu type padi varietas unggul yang biasa di tanam oleh para petani Indonesia. Pamelan & Gajah Mada 33 punya nomer seleksi B12344-3D-PN-37-6, dan hasil persilangan IR64*2/O. rofipogon. Padi ini membawa kebanyakan hasil GKG 6,73 ton/ha dan potensi hasil 11,91 ton/ha, lebih baik dibanding Inpari 24. Penampilan morfologi dari type varietas ini lebih pendek jikalau dibandingkan padi Inpari 24. Varietas dengan tekstur beras ukuran pendek dan persentase amilosa 18,6%. Total fenolik terhadap padi ini lebih tinggi dibandingkan padi Inpari 24, yakni mencapai 6929,8 ± 482,3mg GAE/100 g BPK. Varietas ini agak tahan WBC biotipe 1, agak tahan HDB grup III, IV dan VIII, tahan blas ras 033, dan tahan tungro. Harga satu kg padi ini mencapai IDR 18.000, atau dapat lebih tidak mahal jika kamu membelinya di toko sembako.

Harga Padi Paketih & Gajah Mada 33

Petani Indonesia lebih pilih untuk menanam padi ketan dikarenakan diakui tetap menentukan kompetisi yang rendah dibandingkan tipe padi untuk bahan pangan secara umum. Harga padi berasal dari varietas ini termasuk terbilang lebih murah, namun untuk kualitasnya tentu tidak kalah bagus dibandingkan varietas padi lainnya. Varietas berasal dari jenis ini yang berkembang di pasar Indonesia, contohnya seperti varietas Ciasem, Grendel dan Lusi. Beras ini merupakan hasil persilangan berasal dari Pandan Wangi dengan Ketan Hitam pilihan. Harga 1 Kg beras ini raih IDR 18.000.

Varietas Benih Padi Gajah Mada 33 Dari Indonesia

Harga Benih Padi Gajah Mada 33 No 1

Berikut ini ialah Jenis-Jenis benih padi Gajah Mada 33 khas berasal dari Indonesia

Varietas Padi Lokal Gajah Mada 33

Varietas padi lokal ini umumnya ada di area tertentu dan cuma di memanfaatkan untuk cocok tanam saja, type padi seperti ini cuma untuk kebutuhan pangan dan tidak di perjual belikan sebab kualitasnya tetap dibawah varietas hibrida dan varietal unggul. Padi lokal cuma bisa membuahkan sekitar 8 ton di dalam satu hektar, namun tidak seluruh petani menanam padi lokal didalam kuantitas besar. Rasa dari padi ini terhitung kurang enak, maka karena itu tidak banyak penduduk Indonesia yang menyukai tipe padi satu ini. Jenis padi lokal ini punyai nama-nama unik seperti Gropak (Kulon Progo), Indramayu, Dharma Ayu, Srimulih, Andel Jaran, Merong, Gundelan, Marong, Simenep, dan Ketan Lusi.

Bibit Padi Varietas Unggul Gajah Mada 33

Selanjutnya bibit yang ke-2 ini tetap satu tingkat dibawah varietas hibrida yang dapat ditanam berkali-kali bersama dengan mutu yang sama, hasil panen berasal dari bibit ini mampu dikatakan lebih unggul. Harga dari padi tipe ini juga lebih tidak mahal dibandingkan benih hibrida, memproduksi padi yang dihasilkan terhitung lumayan baik yakni lebih kurang 8 – 10 ton / hektar. Untuk type benih ini kebanyakan yang dipakai lumayan beragam, mulai dari npara 1-8, Inpago 1-5, Inpari 1-21, Inpari 31, Inpari 33, Inpari 34 Salin Agritan, dan Inpari 35 Salin Agritan. Kualitas bibit unggul terhitung baru saja di rilis oleh pemerintah dengan nama Inpari 35 dan Inpari 34. Kelebihan yang mampu anda rasakan ketika memakai type varietas ini ialah tahan terhadap hama.

Benih Padi Varietas Hibrida Gajah Mada 33

Bibit padi yang satu ini cuma mampu untuk sekali tanam saja, berbeda dengan benih padi lain yang mampu dijadikan sebagai bibit untuk penanaman yang kedua. Maka tidak heran kalau dalam sekali panen, untuk tipe bibit ini bisa langsung membuahkan mutu terbaik. Sayangnya, bibit hibrida ini tidak bisa di gunakan untuk ke-2 kali sehingga perlu membeli benih baru berasal dari penyedia benih padi pilihan. Biasanya disetiap wilayah di Indonesia, panen padi mampu terjadi sekitar 2 – 3 kali panen, jadi hasilnya juga lumayan cukup untuk kemakmuran para petani. Artinya, bibit ini punyai kekurangan untuk turunannya yang ke-2 kalau di pakai kembali, hasilnya bakal menyusut dan lebih dari hasil penen yang pertama. Contoh untuk jenis bibit Vibrida yang bisa kamu temukan yaitu : Bernas Prima, SEMBADA B3, B5, B8 DAN B9, Long Ping (pusaka 1 dan 2), Adirasa-1, Adirasa-64, Hibrindo R-1, Hibrindo R-2, Manis-4 dan 5, Hipa4, Hipa 5 Ceva, Hipa 6 Jete, Hipa 7-10 11, MIKI 1-3, SL 8 SHS, SL 11 HSS.

Sekian informasi dari kami berkenaan Harga Benih Padi Gajah Mada 33 No 1, ketiga jenis padi yang kami sebutkan diatas tentu memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri baik berasal dari segi perawatan, cepat lambatnya proses panen sampai tahan pada hama dan penyakit tertentu. Semoga informasi ini berfungsi bagi anda yang ingin memilih jenis benih padi untuk sistem tanam. Demikian dan terimakasih.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *