Harga Benih Padi Wisanggeni Inpari 33 Super

Harga Benih Padi Wisanggeni Inpari 33 Super

Harga Benih Padi Wisanggeni Inpari 33 Super – Padi di Indonesia memang tenar bersama kualitasnya di mata dunia, tidak heran jika sepanjang ini pemerintah Indonesia senantiasa jalankan ekspor ke beberapa negara maju seperti China dan Amerika. Jenis padi yang ada di Indonesia punya varietas unggul yang terlalu mungkin hasil panen sangat sesuai bersama dengan harapan para petani. Jika berkata tentang Harga Benih Padi Wisanggeni Inpari 33 Super, secara lazimnya harga padi di bagi jadi beberapa kategori sesuai dengan varietas padi yang ditanam oleh para petani. Kualitas padi paling baik biasanya diberi harga 1 kg / IDR 15.000 atau sekitar 1 dollar lebih.

Harga Benih Padi Wisanggeni Inpari 33 Super

Vidio Terkait Harga Benih Padi Wisanggeni Inpari 33 Super

Varietas Benih Padi Wisanggeni Inpari 33 Asli Indonesia

Berikut ini adalah Jenis-Jenis bibit padi Wisanggeni Inpari 33 khas dari Indonesia

Varietas Padi Lokal Wisanggeni Inpari 33

Varietas padi lokal ini biasanya ada di tempat khusus dan hanya di gunakan untuk cocok tanam saja, tipe padi seperti ini hanya untuk keperluan pangan dan tidak di perjual belikan dikarenakan kualitasnya tetap dibawah varietas hibrida dan varietal unggul. Padi lokal cuma dapat menghasilkan lebih kurang 8 ton di dalam satu hektar, namun tidak semua petani menanam padi lokal dalam kuantitas besar. Rasa dari padi ini terhitung tidak cukup enak, maka karena itu tidak banyak masyarakat Indonesia yang menyukai jenis padi satu ini. Jenis padi lokal ini miliki nama-nama unik layaknya Gropak (Kulon Progo), Indramayu, Dharma Ayu, Srimulih, Andel Jaran, Merong, Gundelan, Marong, Simenep, dan Ketan Lusi.

Benih Padi Varietas Unggul Wisanggeni Inpari 33

Selanjutnya benih yang ke-2 ini tetap satu tingkat dibawah varietas hibrida yang mampu ditanam beberapa kali bersama dengan kualitas yang sama, hasil panen berasal dari benih ini bisa dikatakan lebih unggul. Harga dari padi tipe ini termasuk lebih tidak mahal dibandingkan bibit hibrida, memproses padi yang dihasilkan termasuk lumayan baik yakni lebih kurang 8 – 10 ton / hektar. Untuk type benih ini biasanya yang dipakai lumayan beragam, mulai jenis npara 1-8, Inpago 1-5, Inpari 1-21, Inpari 31, Inpari 33, Inpari 34 Salin Agritan, dan Inpari 35 Salin Agritan. Kualitas bibit unggul termasuk baru saja di rilis oleh pemerintah bersama nama Inpari 35 dan Inpari 34. Kelebihan yang mampu anda rasakan disaat memakai jenis varietas ini adalah tahan pada hama.

Benih Padi Varietas Hibrida Wisanggeni Inpari 33

Benih padi yang satu ini cuma dapat untuk sekali tanam saja, berbeda bersama bibit padi lain yang mampu dijadikan sebagai bibit untuk penanaman yang kedua. Maka tidak heran kalau dalam sekali panen, untuk tipe bibit ini mampu segera menghasilkan kualitas terbaik. Sayangnya, bibit hibrida ini tidak mampu di gunakan untuk kedua kali sehingga wajib belanja benih baru dari penyedia benih padi pilihan. Biasanya disetiap tempat di Indonesia, panen padi mampu berlangsung kira-kira 2 – 3 kali panen, jadi hasilnya termasuk lumayan cukup untuk kemakmuran para petani. Artinya, bibit ini memiliki kekurangan untuk turunannya yang ke-2 jika di pakai kembali, hasilnya akan menyusut dan lebih sedikit dibanding hasil penen yang pertama. Contoh untuk tipe bibit Vibrida yang mampu kamu temukan yaitu : Bernas Prima, SEMBADA B3, B5, B8 DAN B9, Long Ping (pusaka 1 dan 2), Adirasa-1, Adirasa-64, Hibrindo R-1, Hibrindo R-2, Manis-4 dan 5, Hipa4, Hipa 5 Ceva, Hipa 6 Jete, Hipa 7-10 11, MIKI 1-3, SL 8 SHS, SL 11 HSS.

Harga Padi Wisanggeni Inpari 33 Dari Petani Indonesia

Harga Benih Padi Wisanggeni Inpari 33 Super

Bagi anda yang menginginkan tahu harga padi dari masing-masing varietas petani Indonesia, silahkan amati informasinya dibawah ini.

Perbedaan Harga Padi Varietas Jaliteng & Wisanggeni Inpari 33

Padi Jaliteng dan Wisanggeni Inpari 33 ini lebih dikenal masyarakat luas sebagai padi bersama dengan biji hitam yang miliki kualitas terbaik. Harga jual untuk tipe padi Jaliteng & Wisanggeni Inpari 33 ini terbilang cukup mahal dikarenakan banyaknya permohonan dari masyarakat lokal dan luar negeri. Nutrisi yang terdapat dari padi jaliteng ini lebih tinggi dibandingkan tipe padi lain yang tersedia di Indonesia, kandungan utama dari padi ini yakni antioksidan dan anti inflamasi. Jaliteng & Wisanggeni Inpari 33 sendiri pertama dirilis oleh pemerintah belum lama ini, tepatnya pada tahun 2019 lalu. Padi ini memiliki nomer seleksi B13486D-4-1-PN-2-MR-3-3-3 yang yaitu type padi hasil silang berasal dari ketan hitam bersama dengan pandan wangi cianjur. Harga 1 kilogram padi hitam dijual lebih kurang IDR 15.000 – IDR 18.000 bergantung kualitas hasil panennya.

Harga Padi Pamera & Wisanggeni Inpari 33 Berasal dari Petani

Selanjutnya type padi paling paling terkenal dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah tipe padi Pamera dan Wisanggeni Inpari 33 yakni varietas padi warna merah yang punya mutu terbaik. biasanya tipe padi ini dijadikan sebagai makanan untuk orang-orang yang menjauhi kadar gula berlebih atau untuk program diet sehat. Pemerintah sukses menciptakan varietas beras merah aromatik bersama nomor seleksi B1384OE-MR-39-2-3-1 yang ialah hasil persilangan dari padi Pusa Basmati 4/HB118 (PN III)// Pusa Basmati 4/ Pandan Wangi Cianjur///Bahbutong. Sedangkan untuk hasil panen sendiri, umumnya jenis padi ini mampu menghasilkan setidaknya 6.43 ton/ha – 11,33 ton/ha. Harga padi type ini mampu meraih IDR 15.000 – IDR 17.000 / kilogram. Banyak orang yang menyukai jenis padi Pamera dan Wisanggeni Inpari 33 dikarenakan memiliki rasa yang gurih dan sedikit mempunyai kandungan rasa manis.

Perbandingan Harga Padi Pamelan & Wisanggeni Inpari 33 Berasal dari Petani

Selain Varietas Pemera, tersedia varietas lain yang cukup kondang di kalangan masyarakat Indonesia. Jenis padi ini termasuk banyak disukai oleh penduduk Indonesia dan luar negeri sebab rasanya yang enak, lembut dan gurih. Padi Pamelan dan Wisanggeni Inpari 33 adalah type padi varietas unggul yang biasa di tanam oleh para petani Indonesia. Pamelen dan Wisanggeni Inpari 33 miliki no seleksi B12344-3D-PN-37-6, dan hasil persilangan IR64*2/O. rofipogon. Padi ini membawa umumnya hasil GKG 6,73 ton/ha dan potensi hasil 11,91 ton/ha, lebih baik dibanding Inpari 24. Penampilan morfologi dari type varietas ini lebih pendek jikalau dibandingkan padi Inpari 24. Varietas bersama tekstur beras ukuran pendek dan persentase amilosa 18,6%. Total fenolik pada padi ini lebih tinggi dibandingkan padi Inpari 24, yaitu capai 6929,8 ± 482,3mg GAE/100 g BPK. Varietas ini agak tahan WBC biotipe 1, agak tahan HDB grup III, IV dan VIII, tahan blas ras 033, dan tahan tungro. Harga satu kilogram padi ini menggapai IDR 18.000, atau mampu lebih murah kalau kamu membelinya di toko sembako.

Perbandingan Harga Padi Paketih & Wisanggeni Inpari 33

Petani Indonesia lebih pilih untuk menanam padi ketan sebab dianggap masih memilih persaingan yang rendah dibandingkan tipe padi untuk bahan pangan secara umum. Harga padi dari varietas ini juga terbilang lebih murah, namun untuk kualitasnya tentu tidak kalah bagus dibandingkan varietas padi lainnya. Varietas berasal dari jenis ini yang berkembang di pasar Indonesia, contohnya seperti varietas Ciasem, Grendel dan Lusi. Beras ini merupakan hasil persilangan dari Pandan Wangi bersama dengan Ketan Hitam pilihan. Harga 1 Kg beras ini raih IDR 18.000.

Itulah info berasal dari kami perihal Harga Benih Padi Wisanggeni Inpari 33 Super, ketiga type padi yang kita sebutkan diatas tentu punya kelebihan dan kekurangan tersendiri baik dari aspek perawatan, cepat lambatnya proses panen sampai tahan pada hama dan penyakit tertentu. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda yang dambakan menentukan type benih padi untuk sistem tanam. Sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *