Informasi Harga Padi Jagung Cengkeh dan Mesin Pertanian Indonesia

Harga Bibit Padi Gsr 36 Umur Tua

  • 4 min read
  • Agu 01, 2019

Harga Bibit Padi Gsr 36 Umur Tua – Padi adalah type makanan primer yang tersedia di Indonesia, makanan ini di makan di Asia dan di Amerika Selatan. Padi yaitu sebutan untuk tanaman biji-bijian yang kebanyakan sering anda lihatnya di sawah. Menanam padi jua tidak bisa asal-asalan sebab memahami cara menanam berimbas pada hasil panen. Padi yang ada di Indonesia itu bermacam macam jenisnya mulai dari vairietas unggulan sampai varietas umum yang seringkali di pakai para petani. Setiap Harga Bibit Padi Gsr 36 Umur Tua yang bakal kita informasikan ini punyai kelebihan dan kekurangan baik dari faktor perawatan, cepat dan lambatnya sistem panen dan ada banyak lagi yang lainnya. Padi bersama nama Ilmiahnya Orzya sativa L ini adalah tidak benar satu tipe tanaman budidaya yang udah ada sejak 1500 SM, awal mulanya tanaman ini dibawa dari India atau Indocina yang membawa benih ke Indonesia. Ternyata padi dapat tumbuh menjadi subur di tanah Indonesia dan hingga hari ini jadi tanaman pangan bagi masyarakat dunia juga Indonesia.

Harga Bibit Padi Gsr 36 Umur Tua

Vidio Tentang Harga Bibit Padi Gsr 36 Umur Tua

Harga Padi Gsr 36 Dari Petani Indonesia

Bagi anda yang menghendaki mengerti harga padi berasal dari masing-masing varietas petani Indonesia, silahkan lihat informasinya di bawah ini.

Perbandingan Harga Padi Pamelan & Gsr 36 Berasal dari Petani

Selain Varietas Pemera, ada varietas lain yang cukup kondang di kalangan penduduk Indonesia. Jenis padi ini terhitung banyak disukai oleh penduduk Indonesia dan luar negeri dikarenakan rasanya yang enak, lembut dan gurih. Padi Pamelan & Gsr 36 yaitu jenis padi varietas unggul yang biasa di tanam oleh para petani Indonesia. Pamelan & Gsr 36 memiliki nomor seleksi B12344-3D-PN-37-6, dan hasil persilangan IR64*2/O. rofipogon. Padi ini membawa kebanyakan hasil GKG 6,73 ton/ha dan potensi hasil 11,91 ton/ha, lebih baik dibanding Inpari 24. Penampilan morfologi berasal dari tipe varietas ini lebih pendek jika dibandingkan padi Inpari 24. Varietas bersama dengan tekstur beras ukuran pendek dan persentase amilosa 18,6%. Total fenolik pada padi ini lebih tinggi dibandingkan padi Inpari 24, yaitu raih 6929,8 ± 482,3mg GAE/100 g BPK. Varietas ini agak tahan WBC biotipe 1, agak tahan HDB grup III, IV dan VIII, tahan blas ras 033, dan tahan tungro. Harga satu kilogram padi ini menggapai IDR 18.000, atau bisa lebih tidak mahal jikalau anda membelinya di toko sembako.

Perbandingan Harga Padi Pamera & Gsr 36 Dari Petani

Berikutnya jenis padi paling paling tenar dikonsumsi oleh penduduk Indonesia ialah tipe padi Pamera & Gsr 36 yakni varietas padi warna merah yang punya kualitas terbaik. umumnya jenis padi ini dijadikan sebagai makanan untuk orang-orang yang menjauhkan kadar gula berlebih atau untuk program diet sehat. Pemerintah sukses menciptakan varietas beras merah aromatik dengan no seleksi B1384OE-MR-39-2-3-1 yang yaitu hasil persilangan dari padi Pusa Basmati 4/HB118 (PN III)// Pusa Basmati 4/ Pandan Wangi Cianjur///Bahbutong. Sedangkan untuk hasil panen sendiri, umumnya tipe padi ini mampu membuahkan setidaknya 6.43 ton/ha – 11,33 ton/ha. Harga padi type ini dapat meraih IDR 15.000 – IDR 17.000 / kg. Banyak orang yang menyukai jenis padi Pamera & Gsr 36 sebab mempunyai rasa yang gurih dan sedikit punya kandungan rasa manis.

Perbandingan Harga Padi Paketih & Gsr 36

Petani Indonesia lebih memilih untuk menanam padi ketan dikarenakan dianggap masih pilih persaingan yang rendah dibandingkan jenis padi untuk bahan pangan secara umum. Harga padi dari varietas ini termasuk terbilang lebih murah, tapi untuk kualitasnya tentu tidak kalah bagus dibandingkan varietas padi lainnya. Varietas dari type ini yang berkembang di pasar Indonesia, contohnya seperti varietas Ciasem, Grendel dan Lusi. Beras ini yakni hasil persilangan dari Pandan Wangi bersama dengan Ketan Hitam pilihan. Harga 1 Kg beras ini meraih IDR 18.000.

Perbandingan Harga Padi Varietas Jaliteng & Gsr 36

Padi Jaliteng & Gsr 36 ini lebih dikenal penduduk luas sebagai padi bersama dengan biji hitam yang punyai mutu terbaik. Harga jual untuk type padi Jaliteng & Gsr 36 ini terbilang cukup mahal dikarenakan banyaknya permintaan berasal dari penduduk lokal dan luar negeri. Nutrisi yang terdapat berasal dari padi jaliteng ini lebih tinggi dibandingkan jenis padi lain yang tersedia di Indonesia, kandungan utama dari padi ini merupakan antioksidan dan anti inflamasi. Jaliteng & Gsr 36 sendiri jadi dirilis oleh pemerintah belum lama ini, tepatnya pada tahun 2019 lalu. Padi ini memiliki nomor seleksi B13486D-4-1-PN-2-MR-3-3-3 yang adalah jenis padi hasil silang berasal dari ketan hitam bersama dengan pandan wangi cianjur. Harga 1 kilogram padi hitam dijual lebih kurang IDR 15.000 – IDR 18.000 tergantung kualitas hasil panennya.

Jenis-Jenis Bibit Padi Gsr 36 Khas Indonesia

Harga Bibit Padi Gsr 36 Umur Tua

Berikut ini yakni Jenis-Jenis benih padi Gsr 36 khas dari Indonesia

Varietas Padi Lokal Gsr 36

Varietas padi lokal ini biasanya tersedia di daerah spesifik dan cuma di pakai untuk cocok tanam saja, type padi semisal ini hanya untuk kebutuhan pangan dan tidak di perjual belikan karena kualitasnya masih dibawah varietas hibrida dan varietal unggul. Padi lokal cuma dapat menghasilkan sekitar 8 ton di dalam satu hektar, tetapi tidak semua petani menanam padi lokal dalam kuantitas besar. Rasa dari padi ini termasuk kurang enak, maka karena itu tidak banyak masyarakat Indonesia yang menyukai tipe padi satu ini. Jenis padi lokal ini punya nama-nama unik layaknya Gropak (Kulon Progo), Indramayu, Dharma Ayu, Srimulih, Andel Jaran, Merong, Gundelan, Marong, Simenep, dan Ketan Lusi.

Bibit Padi Varietas Unggul Gsr 36

Kemudian bibit yang kedua ini masih satu tingkat dibawah varietas hibrida yang dapat ditanam beberapa kali bersama mutu yang sama, hasil panen dari benih ini dapat dikatakan lebih unggul. Harga dari padi jenis ini terhitung lebih murah dibandingkan bibit hibrida, memproses padi yang dihasilkan juga cukup baik yaitu kurang lebih 8 – 10 ton / hektar. Untuk type bibit ini umumnya yang dipakai cukup beragam, mulai dari npara 1-8, Inpago 1-5, Inpari 1-21, Inpari 31, Inpari 33, Inpari 34 Salin Agritan, dan Inpari 35 Salin Agritan. Kualitas benih unggul termasuk baru saja di rilis oleh pemerintah bersama nama Inpari 35 dan Inpari 34. Kelebihan yang bisa kamu rasakan disaat memakai tipe varietas ini ialah tahan terhadap hama.

Bibit Padi Varietas Hibrida Gsr 36

Benih padi yang satu ini hanya mampu untuk sekali tanam saja, tidak sama bersama benih padi lain yang dapat dijadikan sebagai benih untuk penanaman yang kedua. Maka tidak heran jikalau didalam sekali panen, untuk type bibit ini bisa segera menghasilkan mutu terbaik. Sayangnya, benih hibrida ini tidak dapat di gunakan untuk kedua kali jadi harus membeli benih baru berasal dari penyedia bibit padi pilihan. Umumnya disetiap tempat di Indonesia, panen padi mampu terjadi kira-kira 2 – 3 kali panen, jadi hasilnya juga memadai cukup untuk kemakmuran para petani. Artinya, bibit ini punyai kelemahan untuk turunannya yang kedua jika di gunakan kembali, hasilnya bakal berkurang dan lebih dibanding hasil penen yang pertama. Contoh untuk tipe benih Vibrida yang dapat kamu temukan yaitu : Bernas Prima, SEMBADA B3, B5, B8 DAN B9, Long Ping (pusaka 1 dan 2), Adirasa-1, Adirasa-64, Hibrindo R-1, Hibrindo R-2, Manis-4 dan 5, Hipa4, Hipa 5 Ceva, Hipa 6 Jete, Hipa 7-10 11, MIKI 1-3, SL 8 SHS, SL 11 HSS.

Demikian info berasal dari kami mengenai Harga Bibit Padi Gsr 36 Umur Tua, ketiga type padi yang kita sebutkan diatas pasti memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri baik dari aspek perawatan, cepat lambatnya proses panen sampai tahan pada hama dan penyakit tertentu. Semoga informasi ini berfungsi bagi kamu yang mendambakan pilih tipe bibit padi untuk proses tanam. Sekian dan terimakasih.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *