Informasi Harga Padi Jagung Cengkeh dan Mesin Pertanian Indonesia

Harga Bibit Padi Label Ungu 88 100 Hari Panen

  • 4 min read
  • Nov 24, 2019

Harga Bibit Padi Label Ungu 88 100 Hari Panen – Padi di Indonesia sebenarnya terkenal bersama kualitasnya di mata dunia, tidak heran jikalau selama ini pemerintah Indonesia senantiasa melakukan ekspor ke sebagian negara maju seperti China dan Amerika. Jenis padi yang tersedia di Indonesia memiliki varietas unggul yang terlalu mungkin hasil panen sangat cocok bersama dengan harapan para petani. Jika bicara tentang Harga Bibit Padi Label Ungu 88 100 Hari Panen, secara lazimnya harga padi di bagi menjadi lebih dari satu kategori sesuai bersama dengan varietas padi yang ditanam oleh para petani. Kualitas padi paling baik umumnya diberi harga 1 kg / IDR 15.000 atau sekitar 1 dollar lebih sedikit.

Harga Bibit Padi Label Ungu 88 100 Hari Panen

Vidio Terkait Harga Bibit Padi Label Ungu 88 100 Hari Panen

Harga Padi Label Ungu 88 Dari Petani Indonesia

Bagi anda yang menghendaki tahu harga padi dari tiap-tiap varietas petani Indonesia, silahkan amati informasinya dibawah ini.

Perbedaan Harga Padi Varietas Jaliteng & Label Ungu 88

Padi Jaliteng & Label Ungu 88 ini lebih dikenal masyarakat luas sebagai padi dengan biji hitam yang memiliki mutu terbaik. Harga rata-rata untuk type padi Jaliteng & Label Ungu 88 ini terbilang mahal karena banyaknya keinginan dari penduduk lokal dan luar negeri. Nutrisi yang terdapat berasal dari padi jaliteng ini lebih tinggi dibandingkan tipe padi lain yang ada di Indonesia, persentase utama dari padi ini yakni antioksidan dan anti inflamasi. Jaliteng & Label Ungu 88 sendiri jadi dirilis oleh pemerintah belum lama ini, tepatnya pada tahun 2019 lalu. Padi ini punya nomer seleksi B13486D-4-1-PN-2-MR-3-3-3 yang merupakan type padi hasil silang dari ketan hitam bersama dengan pandan wangi cianjur. Harga 1 kg padi hitam dijual sekitar IDR 15.000 – IDR 18.000 tergantung mutu hasil panennya.

Perbedaan Harga Padi Pamera & Label Ungu 88 Berasal dari Petani

Berikutnya type padi paling paling kondang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia yaitu type padi Pamera & Label Ungu 88 yaitu varietas padi warna merah yang memiliki mutu terbaik. biasanya jenis padi ini dijadikan sebagai makanan untuk orang-orang yang menjauhi kandungan gula berlebih atau untuk program diet sehat. Pemerintah sukses menciptakan varietas beras merah aromatik bersama no seleksi B1384OE-MR-39-2-3-1 yang merupakan hasil persilangan dari padi Pusa Basmati 4/HB118 (PN III)// Pusa Basmati 4/ Pandan Wangi Cianjur///Bahbutong. Sedangkan untuk hasil panen sendiri, biasanya type padi ini mampu menghasilkan setidaknya 6.43 ton/ha – 11,33 ton/ha. Harga padi tipe ini bisa mencapai IDR 15.000 – IDR 17.000 / kg. Banyak orang yang menyukai tipe padi Pamera & Label Ungu 88 sebab miliki rasa yang gurih dan sedikit mengandung rasa manis.

Perbedaan Harga Padi Pamelan & Label Ungu 88 Berasal dari Petani

Selain Varietas Pemera, ada varietas lain yang cukup kondang di kalangan masyarakat Indonesia. Jenis padi ini termasuk banyak disukai oleh masyarakat Indonesia dan luar negeri dikarenakan rasanya yang enak, lembut dan gurih. Padi Pamelan & Label Ungu 88 adalah type padi varietas unggul yang biasa di tanam oleh para petani Indonesia. Pamelan & Label Ungu 88 memiliki no seleksi B12344-3D-PN-37-6, dan hasil persilangan IR64*2/O. rofipogon. Padi ini membawa biasanya hasil GKG 6,73 ton/ha dan potensi hasil 11,91 ton/ha, lebih baik dibanding Inpari 24. Penampilan morfologi berasal dari type varietas ini lebih pendek kalau dibandingkan padi Inpari 24. Varietas dengan tekstur beras ukuran pendek dan kandungan amilosa 18,6%. Total fenolik pada padi ini lebih tinggi dibandingkan padi Inpari 24, yaitu meraih 6929,8 ± 482,3mg GAE/100 g BPK. Varietas ini agak tahan WBC biotipe 1, agak tahan HDB kelompok III, IV dan VIII, tahan blas ras 033, dan tahan tungro. Harga satu kg padi ini capai IDR 18.000, atau dapat lebih murah jikalau anda membelinya di toko sembako.

Perbandingan Harga Padi Paketih & Label Ungu 88

Petani Indonesia lebih pilih untuk menanam padi ketan karena diakui tetap menentukan persaingan yang rendah dibandingkan type padi untuk bahan pangan secara umum. Harga padi berasal dari varietas ini juga terbilang lebih murah, namun untuk kualitasnya pasti tidak kalah bagus dibandingkan varietas padi lainnya. Varietas dari tipe ini yang berkembang di pasar Indonesia, contohnya seperti varietas Ciasem, Grendel dan Lusi. Beras ini merupakan hasil persilangan berasal dari Pandan Wangi bersama Ketan Hitam pilihan. Harga 1 Kg beras ini raih IDR 18.000.

Varietas Bibit Padi Label Ungu 88 Dari Indonesia

Harga Bibit Padi Label Ungu 88 100 Hari Panen

Berikut ini yakni Jenis-Jenis benih padi Label Ungu 88 khas dari Indonesia

Varietas Padi Lokal Label Ungu 88

Varietas padi lokal ini biasanya ada di area tertentu dan hanya di gunakan untuk cocok tanam saja, type padi semisal ini cuma untuk keperluan pangan dan tidak di perjual belikan dikarenakan kualitasnya masih di bawah varietas hibrida dan varietal unggul. Padi lokal cuma dapat membuahkan kira-kira 8 ton di dalam satu hektar, tapi tidak semua petani menanam padi lokal dalam jumlah besar. Rasa dari padi ini termasuk kurang enak, maka karena itu tidak banyak penduduk Indonesia yang menyukai jenis padi satu ini. Jenis padi lokal ini punya nama-nama unik seperti Gropak (Kulon Progo), Indramayu, Dharma Ayu, Srimulih, Andel Jaran, Merong, Gundelan, Marong, Simenep, dan Ketan Lusi.

Benih Padi Varietas Unggul Label Ungu 88

Kemudian benih yang ke-2 ini masih satu tingkat dibawah varietas hibrida yang dapat ditanam beberapa kali bersama dengan mutu yang sama, hasil panen dari benih ini mampu dikatakan lebih unggul. Harga untuk padi tipe ini juga lebih murah dibandingkan bibit hibrida, memproduksi padi yang dihasilkan termasuk lumayan baik yaitu kira-kira 8 – 10 ton / hektar. Untuk jenis bibit ini biasanya yang dipakai memadai beragam, mulai jenis npara 1-8, Inpago 1-5, Inpari 1-21, Inpari 31, Inpari 33, Inpari 34 Salin Agritan, dan Inpari 35 Salin Agritan. Kualitas benih unggul juga baru saja di rilis oleh pemerintah bersama nama Inpari 35 dan Inpari 34. Kelebihan yang bisa anda rasakan disaat kenakan jenis varietas ini yaitu tahan terhadap hama.

Benih Padi Varietas Hibrida Label Ungu 88

Bibit padi yang satu ini cuma dapat untuk sekali tanam saja, berbeda bersama benih padi lain yang mampu dijadikan sebagai bibit untuk penanaman yang kedua. Maka tidak heran kalau dalam sekali panen, untuk tipe bibit ini mampu segera membuahkan kualitas terbaik. Sayangnya, benih hibrida ini tidak mampu di memanfaatkan untuk kedua kali sehingga mesti belanja benih baru dari penyedia benih padi pilihan. Umumnya disetiap daerah di Indonesia, panen padi mampu berlangsung lebih kurang 2 – 3 kali panen, sehingga hasilnya termasuk lumayan cukup untuk kemakmuran para petani. Artinya, benih ini memiliki kelemahan untuk turunannya yang ke-2 kalau di gunakan kembali, hasilnya dapat berkurang dan lebih sedikit dibanding hasil penen yang pertama. Contoh untuk jenis benih Vibrida yang mampu kamu temukan yaitu : Bernas Prima, SEMBADA B3, B5, B8 DAN B9, Long Ping (pusaka 1 dan 2), Adirasa-1, Adirasa-64, Hibrindo R-1, Hibrindo R-2, Manis-4 dan 5, Hipa4, Hipa 5 Ceva, Hipa 6 Jete, Hipa 7-10 11, MIKI 1-3, SL 8 SHS, SL 11 HSS.

Itulah info berasal dari kita tentang Harga Bibit Padi Label Ungu 88 100 Hari Panen, ketiga jenis padi yang kita sebutkan diatas pasti miliki kelebihan dan kekurangan tersendiri baik dari segi perawatan, cepat lambatnya sistem panen hingga tahan pada hama dan penyakit tertentu. Semoga informasi ini berfungsi bagi kamu yang mengidamkan menentukan jenis bibit padi untuk proses tanam. Sekian dan semoga bermanfaat.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *